Jumat, 17 Februari 2017

Tengkurep for the first time

0 komentar
Baru dua hari ini mimik agak lumayan. Mungkin tenggorokannya membaik.


Sore menjelang maghrib, tengkurep sendiri. Trus bilang bapaknya, dan tengkurep di depan bapaknya!

Sori no photo process, soalnya gupuh ngguyu.

Selasa, 14 Februari 2017

Radang tenggorokan 3.0 : Badai Belum Berlalu

0 komentar
Radang tenggorokan masih berlanjut. Si dagu pentol masih nolak mimik dan hanya mimik kalau pas bubuk aja. Makan tangan masih berlanjut, makin lahap malah.

Meski ceria seperti biasa, kalau sudah waktunya mimik, jam lapar pun ditawari mimik masih susah. Selalu mengo ke arah lain. Aakhit.ya nangis kelaparan, trus minta gendong, trus bubuk. Pas bubuk baru dimimiki. Gt terus setiap hari setiap waktu.

Akhirnya dagu pentol tuman gendong.

Nah, hari ini dagu pentol malah lebih hebat lagi : saat bubuk pun gak mau mimik. Sensasional banget kan. Akhirnya terpaksa dipipeti sambil mancal-mancal gitu.


Sudah gak sabar lagi aku ke dokter retno lagi. Mumpung oma belum berangkat ke singapur buat periksa mata membran kataraknya. Masio papi dagu pentol baru besok datang, oo sudah gak sabar lagi aku.

Besok hari coblosan, jadi dokternya tutup. Mau gak mau sore ini berangkat. Dianter cak den. Bertiga sama oma, seperti biasa.

Sampe sana hohoho rame sodara-sodarahhhh. Tapi dokternya belum datang. Uhuy. Timbang berat turun se-ons. Dari 7,3kg ke 7,2 kg. Uhuk huk huk... Nangis.

Sembari menunggu, seperti biasa kami nangkring di ruang pijet untuk menyusui. Siapa tau si dagu pentol pas ditawari trus mau gitu yes. Sempat nangis jejeritan gak mau mimik. Masuknya dikit. Dikit. Alhamdulillah. Nangis...


Dagu pentol kayaknya bener-benerr terpesona sama wallpaper dan interior di ruang spa dan pijat bayinya graha tumbuh kembang. Terbukti matanya gak bisa lepas dari gambar-gambar lucu itu. Nuansanya pink. Kalau laki-laki yang spa gimana ya... Apa pink juga akhirnya...


Akhirnya dokter datang dan kami menunggu giliran. Tambah rame aja itu prakteknya, bisa jadi juga karena besok libur, jadi semua pada buru-buru ndandakno anake ben gak kasep.

Masuk ke dokter, seperti biasa kami berkonsultasi. Sambil cek ini itu dikit.


Dokter retno nanya apa anaknya dipaksa mimik. Kalau aku sih gak pernah, cuma nawari mimik dengan segala cara supaya mau, bahkan dengan pose kayak sapi wez.
Nah, kalau sama oma biasanya didulek-dulekno putingku gitu. Nah rupanya, si bayek ini jangan dicekoki paksa gitu, nanti akan mengakibatkan anak trauma dan mikir kalau mimik adalah kegiatan yang mengerikan.

Rupanya bayi akan mimik bukan karena segi rasa. Tapi ada faktor psikis juga yang mengakibatkan anak gak mau. Makanya piring makan anak banyak yang bentuknya lucu, Karena merangsang mereka untuk senang makan. Bagi mereka rasa nomor dua, nomor satunya mood. Kalau feelnya gak dapet ya gutbay. Mogok wes.

Saag diperiksa, tenggorokan bayek masih agak merah, meski gak semerah kemarin. Dokter retno tegap bersikeras untuk tidak memberikan antibiotik karena gak bagus buat procotnya. Sedangkan gantinya diberi penambah nafsu makan yang mereknya zamen.

Lalu mengenai mlenthing-mlenthing rumah peri, si emak ini harus perhatikan habis makan apa saat muncul rumah peri ini. Bisa jadi alergi dan harus diruntut siapa yang alergian. Dan saya adalah pelakunya. Hahahahaha.... nangis.

Bekas luka yang menghitam meski gak dikliwek juga menandakan karakteristik yang diwariskan ortunya. Soalnya kemarin dagu pentol digigif nyamuk dan gak kuapa-apain, tapi tetap mbekas. Lha itu warisan dadi sayahhh jugakkk...

Overall semuanya bagus. Disabari aja. Gt katanya.

Keluar ke dokter, bayar admin sama obat. 120rb. Hohoho untuk kesekian kalinya obatnya habis. Dan harus nyari di apotek merdeka. Kalau di merdeka gak ada ya wassalam. Karena apotek merdeka adalah apotek terlengkap di jombang. Kalau di apotek merdeka gak ada maka seluruh jombang gak ada. Gitu.

Pas keluar, sempat ketemu bu sri pemilik warung giri jaya. Sama mas ali, kakak kelasku sejak TK sampai SMP beserta istri dan anaknya yang berumur lima bulan plus lagi batuk. Oma dengan bangganya bilang ke bu sri giri jaya kalau dagu pentol full asi lhow.

Pulang pamitan, buru-buru soalnya sudah magrib dan dagu pentol sudah ngantuk. Jamnya bubuk sih.

Dijemput cak joko. Trus cak joko bilang kok gak sendirian aja, kok masih sama oma. Trus cak joko tak jewet kuecil sampe njingkat orangnya. Gemez aku.

Ayo mimik lagi nak, yang banyak ya...

Kamis, 09 Februari 2017

Suntik varisela part 2 plus radang tenggorokan 2.0

0 komentar
Si dagu pentol sudah gak mau mimik ibu tiga hari. Setiap dikasih mimik, awalnya mau trus dilepas sambil nangis. Gitu terus. Mau mimiknya cuma pas bubuk, pas gak sadar. Akhirnya emak oma sama abinya gantian gendong supaya kalau nangis trus capek trus bubuk.


Emaknya ini curiga kalau-kalau jangan-jangan bisa-bisa kena radang tenggorokan kayak periatiwa kemarin karena polanya sama : dalam fase oral makan tangan, gak mau mimik dan tiap mimik rewel dilepas melulu.

Akhirnya karena sudah gak sabar dan emaknya ini juga jadwal suntik varisela lanjutan, jadi sekalian aja ke dokter retno di graha tumbuh jembang jombang.

Awalnya hanpir gak jadi berangjat karena dagu pentol lagi bubuk cantik soaknya semaleman begadang. Ee tiba-tiba dia bangun jadi langsung wer dor aja berangkat.

Seperti biasa dianter cak den atau cak joko. Rupanya jali ini kebagian dianter cak den tapi dengan mobilnya cak joko.

Sesampainya di sana banyak pasien terkapar karena menunggu kedatangan dokter retno yang rupanya masih menangani pasien bermasalah di RSUD swadana jombang. Jadi belum datang dan belum mulai apa-apa. Berat ditimbang 7,28 kg. Sukur msh nambah meski sakit..

Sambil nunggu, saya beli pecel kebon rojo yang dekatnya cuma sak critan dari dokter retno untuk aba faruq tercinta. Plus wedang jeruk anget sebagai pelipur lara dan penambah multivitamin.

Oo sesampainya di sana si dagu pentol masih pake acara dipaksa-paksa mimiknya di ruangan spa.


Dokter retno datang dan pasien bergantian masuk dengan kilat. Rupanya masih mau nangani pasien yang sakit tadi.

Masuk di ruangan, dokter retno bilang ayo cepetan gitu. Jadi lupa semua apa yang mau dikonsultasikan. Hadoooo


Setelah diperiksa, dagu pentol memang radang tenggorokan lagi. Oala maaaak... Sudah sering dilap tangannya masih juga rafang pasca obat habis? Harus apa hambaaaaa.......

Kasian zaki... Dagu pentolku....

Kali ini dokter retno cuma resepkan puyer pereda tenggorokan, tanpa amoxan. Gak tau ya kenapa. Apa supaya gak kebanyakan antibiotik gitu?

Setelah itu dagu pentol pun kembali digendong oma, dan emaknya ini pun dieksekusi suntik variselanya.

Nah seperti biasa sambil agak ketakutan dan berdasarkan suntikan pertama yang gak sakit, saya lebih rileks kali ini. Sudah request juga jarum yang paling kecil. Sun dagu pentol dulu untuk tambahan semangat. Tapi ternyata suntikan kedua ini sakit.........

Keluar dari dokter bayar obat dan vaksin dulu. Variselanya 600ebor dan biaya dokter plus obat dagu pentol 140ebor. Obat vitaminnya zaki kata susternya lagi kosong disuru beli di apotek merdeka...

Pulang akhirnya dijemput sama cak den. Dan harapan besar kuberikan untuk obat semacam puyer ala fluimucil tapi dalam dosis kecil..

Sampe rumah ternyata aba sudah sarapan. Capek deh pecelnya gak dimakan.

Kamis, 02 Februari 2017

Aqiqah Si Mulut Lincip 2.0 di Panti Asuhan As-Solihin

0 komentar
Dalam tuntunan islam, aqiqah untuk anak laki-laki berupa dua ekor kambing.

Berhubung si dagu pentol sudah aqiqah di panti asuhan ad-durunnafis kemarin, sekarag giliran aqiqah di panti asuhan as-solihin. Maksudnya biar bagi-bagi rejeki gitu, biar makin banyak yang doakan.

Lalu abu dagu pentol pun bayarkan sejumlah dana untuk aqiqah kepada pak zaini selaku yang berwenang di panti as-solihin tersebut.

Maunya dipakai untuk pengajian  rutin maksud kami, tapi pak zaininya bilang biasanya anak-anak disini gak tedhas makan kambing. Seringnya diolah dalam bentuk nugget, bakso, atau aneka makanan lain yang jadi persediaan dimasukkan freezer. Jadi bentuk pengelolaan makanannya berupa persediaan.

Kata pak zaini, Kalau gak gitu anak-anak ya gak bisa makan. Harua pinter-pinter ngatur stok makanan.

Oo gitu ya. Bener juga sih.

Maksud kami, sembelihnya besok saja sekalian setor nama.

Esoknya kami kesana, katanya kambing sudah disembelih sama santrinya.

Hah????!???
Kok gak bilang???!!! Trus niatnya gimana???

Katanya pak zaini, bismillah aja.

Padahal ada tata caranya lho sebenarnya. Meski sunnah tapi yo tetap ada protokolernya lah. Tata cara maksudnya.

Disunnahkan saat menyembelih binatang untuk ‘aqiqoh dengan membaca:

بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dariMu dan untukMu. Ini adalah aqiqoh fulaan)
Penyebutan ‘fulaan’ itu diganti dengan nama anak yang diaqiqohi tersebut.


Hal ini juga ditunjang oleh pendapat seorang Tabi’i Qotadah, yang menyatakan:

يُسَمِّى عَلَى الْعَقِيقَةِ كَمَا يُسَمِّى عَلَى الأُضْحِيَّةِ : بِسْمِ اللهِ ، عَقِيقَةُ فُلاَنٍ

Mengucapkan bismillah saat (akan menyembelih) aqiqoh sebagaimana mengucapkan bismillah pada binatang kurban, dengan mengucapkan: Bismillah, aqiqoh fulaan (riwayat Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih, para perawinya adalah rijal al-Bukhari dan Muslim)

meski sudah bismillah tapi ya apa gak disebutin namanya?? Wong belum setor nama.

Wes kapok. Gak recomended lah nyerahin aqiqah di situ. Konsep penyimpanan makanan buat persediaaN patut diacungi jempol. Tapi mengecewakan donatur ini lho yang gak sip.

Masih bagusan yang di Ad-Durunnafis kemarin.

Selasa, 31 Januari 2017

Imunisasi DPaT Si Dagu Pentol

0 komentar
Kali ini giliran si dagu pentol yang imunisasi. Imunisasi kali ini adalah DPaT, yang merupakan gabungan dari enam imunisasi sekaligus.

Karena ini imunisasi campuran dan insyaallah serumnya gak bikin demam, jadi agak mahal yey, 900ribu rupiah saja. Hix....  bisa buat beli kalungnya la perle yes...

Awalnya si dagu pentol mau diimunisasi pagi saja. Kuatir rewel pasca imunisasi. Ternyata si mulut lincip ini tidur sampe siang dan gak bangun-bangun. Mungkin dia tau ya kalau mau disuntik. Hehhehe..... dan kok yao kebetulan juga dokter retnonya tutup lebih awal dengan pasien yang sedikit. Lagi sehat semua rupanya anak indonesia jombang pagi ini.

Akhirnya diputuskan si dagu pentol imunisasi sore saja, karena kalau besok pagi, dokter retnonya libur dan ke luar kota.

Sore itu hujan lebat, deras sekali. Sukur deh bukan hujan angin. Karena cak sul g masuk, jadi minta dianter cak joko naik pick up brundul karena cak den lagi ada muatan.

Sepanjang perjalanan dari rumah ke kebon rojo tempat graha tumbuh kembang dimana dokter retno praktik, hujan makin deras dan si dagu pentolnya malah bubuk. Jadi makin gak tega yes.


Sesampainya disana, pasien yang datang cuma dua termasuk dagu pentol. Dokter retnonya belum datang dan si dagu pentol masih bubuk dengan damainya. Mbak-mbak admin ngrumpi dengan serunya.  Ditimbang berat dagu pentol, rupanya masih 7kg pas. Haduh. Kok gak naik...


Sesaat kemudian, Dokter retno datang dengan kehujanan dan langsung dimulai ptaktiknya dengan pasien  yang datang sebelum si dagu pentol.

Setelah pasien itu selesai akhirnya tibalah giliran dagu pentol untuk dieksekusi. Kasian nak... maafkan ibuk ya... apalagi dia lagi enak-enaknya bubuk trus diganggu gitu ta? Nangis....




Awalnya si dagu pentol dibaringkan dan dibangunkan dari tidur cantiknya. Diperiksa apakah ada masalah dalam kesehatannya. Tenggorokannya yang sakit kematin diperiksa. Oo oke semua saatnya persiapan imunisasi dan emaknya ini langsung kabur ke luar karena gak tega.


Sebentar gitu kedengaran si dagu pentol nangis. Keiris gitu hatiku. Trus aku masuk lagi ke ruang praktek. Si dagu pentol sudah gak nangis lagi karena disayang oma.

Setelah konsultasi sebentar, perihal ngengek bayi yang merah, lalu kami keluar dan membayar administrasibdan biaya imunisasi di resepsionis.

Saat kami membayar administrasi dan menunggu jemputan cak joko, para pasien lain mulai berdatangan. Wajarlah karena hujan mulai reda. Si dagu pentol masih di aja di gendongan oma, mungkin karena masih shock.

Sambil menanti, saya pun sempat berkonsultasi dengan mbak-mbak admin mengenai imunisasi selanjutnya. PCV dan Rotavirus yang totalnya 1,300jt. Waah seharga la perle lagi yang lebih mahal ya. Sedangkan saya dijadwalkan suntik varisela lanjutan tanggal 10. Wuih, ndredheg gitu yaaa....



Kuatkan kami yaa Allah...

Kamis, 26 Januari 2017

Bayiku Kena Radang Tenggorokan

0 komentar
Sejak hari senin si dagu pentol gak mau mimik ibuk alias emaknya ini. Wihh rasanya kayak dicampakkan gitu.

Mulutnya mangap, tapi setelah satu dua sedotan, dilepas. Dikasih mimik lagi, gitu lagi dilengkapi nangis. Nangisnya jejeritan yang maksa gitu minta dingdong... gak mau turun. Mau mimik kalau gak sadar aja alias pas bubuk.

Setelah tiga hari bersabar, suatu bentuk taat terhadap paradigma bila rewel berlanjut hubungi dokter, maka saya sudah tidak sabar lagi.

Sudah mulai krna pikiran jangan-jangan si zaki sang dagu pentol ini menderita tongue tie kayak kakak sepupunya, mumtaz dan aya sofia. Waduh.

Pas baca-baca tentang tongue tie, lho baru tau kalau ternyata ada juga jenis lip tie yang bisa mengancam kelangsungan asi ekslusif.

Akhirnya setelah telepon kakak yang ada di Tangerang yang sudah berpengalaman menangani dua anaknya yang tongue tie, saya pun cari info dokter di surabaya yang bisa menangani kasus ini. Ketemulah dokter rizal altway dan dokter dini.

Oma lilib kebetulan ada order ayam cobek 30 bungkus hari ini, jadi gak bisa ngantar. Si rouf juga berhalangan. Masa pengungsian ini memberikanku jackpot tiada tara. Sensasional gitu rasanya gak ada yang antar.

Akhirnya bapak di dagu pentol kupaksa cuti untuk mengantar anak dan istrinya yang sakit inihh.... Dan terpaksa oma luluk yang beresiko membawa virus cacar akibat ngurus mila adikku yang sedang kena cangkrangen itu, kupaksa ikut. 
Selain aku kangen oma juga seh... Bismillah.

Pagi sekali kami ; aku, bijo dan dagu pentol berangkat dari sooko mojokerto menuju ke graha tumbuh kembang jombang milik dr. Retno. Lewat depan rumah kami pun mengangkut oma yang sungguh aku kangen tiada tara.

Sedih rasanya jauh dari ibuk, dan anak sakit.
Bingung gak jelas. Kalau misalnya dr. Retno gak nemu penyebab si dagu pentol mogok mimik, dan ini lip tie, langsung mau ke surabaya sayahhh. Hari itu juga.

Si dagu pentol sudah gak mau mimik ibuk tiga hari. Setiap dikasih mimik, awalnya mau trus dilepas sambil nangis. Gitu terus. Mau mimiknya cuma pas bubuk, pas gak sadar. Akhirnya emak oma lilib, sama abi dagu pentol gantian gendong supaya kalau nangis trus capek trus bubuk. Baru deh dimimiki.

Stres gak seh.

Sesampainya di lokasi, kami dapat ururan 8. Sabar ngantri karena masih banyak pasien lain. Ditimbang beratnya 7,1kg. 1 ons nya mungkin berat popok yang lagi penuh karena datang-datang zaki pun jibrotin.

Oo ini ya namanya graha tumbuh kembang jombang. Selain praktik dokter retno, ada spa bayinya, ada pijetnya. Terapi wicara anak, konsultasi laktasi langsung dg dr. Retno dengan perjanjian juga bisa. Keren juga untuk ukuran jombang.


Bapak si dagu pentol sudah gupuh pingin pijetin si bayi disini. Tapi lupa bawa duit, jadi lari ke indomaret dulu.

Ealaaaa bayinya dipanggil pas bapaknya minggat ambil duit. Akhirnya dagu pentol masuk duluan, dan diperiksa tanpa bapaknya. Huh. Kenapa gak tadi-tadi sih ambil duitnya.

Ywes akhirnya konsul sebentar. Oo rupanya dagu pebtol tenggorokannya merah-rah. Makanya gak mau makan. Sama kayak orang dewasa aja yang lagi radang tenggorokan, mau makan dan nelan kan males soalnya sakit.

Kasian nak... Maafin ibuk ya...

Ini disebabkan si dagu pentol makan tangan. Bisa jadi karena dia terpapar kuman dari tangannya yang baru ditemukan kenikmatan ngenyotnya itu. Dokter retno bilang, wajar kalau bayi yang ada dalam fase oral kayak gini kena radang tenggorokan, karena tercemar dengan benda asing yang masuk ke dalam mulutnya.

Sayangnya dalam fase oral ini, anak jangan dilarang makan tangan. Karena kalau tidak puas dalam fase oral bisa jadi akan muncul masalah anak di kemudian hari, misalnya gangguan makan dan merokok. Fase oral memang sangat penting untuk dipenuhi karena ini kebutuhan anak. Selain itu fase ini adalah cerminan kemandirian anak dalam menemukan kenyamanan di luar kenyamanan dari ibuknya.

Hanya saja harus dipastikan tangan yang diemut itu harus bersih. Disteril setiap saat.

Saat kutanya tentang lip tie dan tongue tie, dokter retno bilang tidak ada masalah. Anatomi dagu Pentol bagus, jadi aman dari lip tie dan tongue tie.

Fyuuuh... Untunglah.

Setelah dari dokter retno langsung deh beli tisu basah ke gajah mada baby shop. Cari yang food grade supaya aman masuk mulut bayi. Food grade ibaratnya tuh kalau air itu sudah mateng, sudah direbus, jadi bisa diminum.

Awalnya maunya.. kayak punya mbak ryn dumbo @ryndumbo999 yang namnya cloud pacifier wipes. Katanya bagus. Berhubung gak ada yawes apa boleh baut. Wajarlah di Jombang yes ndeso tralala gitu. Mana mbak rini tuh belinya online lewat shopee dan dapat dari senam gamil di rs kendangsari merr... Ya jelasnya mampuslah guah. Mana ada di jombang.

Seadanya akhirnya beli yang asal food grade, jatuhlah ke merek pigeon.

Bismillah wes mugo-mugo dengan ini zaki gak kotor lagi tangannya dan gak radang tenggorokan lagi. Aamiin aamiin yaa robbal alamin.... 






Jumat, 20 Januari 2017

Bantu jualan bakso

0 komentar
Selama dalam pengungsian akibat
wabah cacar yang melanda rumah oma dan abah tercinta, si dagu pentol mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk emaknya ini.

Dengan agak bingung-bingung juga emaknya, kami mengikuti ritme yang ada di rumah mbahbuk.


Seperti biasa, oma lilib yang jualan gaun dan jualan bakso sedang menjalankan bisnisnya. Bakso Kelereng yang baru saja masak lalu dikemas dalam plastik aneka ukuran dan dimasukkan ke dalam peti beku alias freezer.



Karena si dagu pentol kadang gak mau bubuk, akhirnya tak jarang diajaklah dalam mengemas bakso kelereng yang yahud ini. Tapi bukan yahudi ya, meski pake Piramid Bakso gini. Hahahhaah....

Monggo-monggo, ini dia si dagu pentol lho yang jualan baksonya, siapa mau beliiii.... Hehehhehe...

BAKSO KELERENG SIDHOE MORRO
- Frozen Meatballs Grocery -

🍛🍛🍛Pentol Necker 🍛🍛🍛

Ayo-ayo diorder bakso kelerengnya, cocok untuk konsumsi sendiri maupun dijual lagi. Bisa untuk campuran hidangan seperti 🍜nasi goreng, 🍚cap cay, mie goreng🍲 dll. Untuk persediaan di restoran, depot, dan warung juga oke!!

Bakso Kelereng😋😋😋
Sebungkus isi 100 butir Rp. 25.000,-
Ada yang versi jumbonya, per butir Rp.6.000,-
Beli makin banyak nanti dikasih harga grosir lhoo....

Asli buatan sendiri, no formalin,
Dijual per bungkus dalam keadaan beku,
Open Reseller
Cek IG : @pentolnecker

Kalau pagi siang sore, bisa beli langsung di butik LIB Collection
Jl. R.A. Basuni 19A Sooko-Mojokerto
Atau kalau malam bisa beli di :
Warung Kopi Sidhoe Morro
Jl. R.A. Basuni seberang UFO Sooko


Bisa delivery order wilayah mojokerto kota dengan pembelian minimal, ongkir menyesuaikan lokasi
CP : Lilib 08123287603 wa
08563031103 telp
Ais 085649434495

 

Progestera Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template