Tampilkan postingan dengan label Laktasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laktasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2017

Fimosis...

0 komentar
Berhubung dagu pentol masih gak jelas ini kok gak seberapa mau mimik, emaknya penasaran. Apalagi dua saudari sepupu dagu pentol kena tongue tie. Emaknya ini curiga mungkin bukan karena tongue tie, tapi liptie, mengingat mulutnya yang lucu itu lincip kayak paruh burung.

Browsing-browsing, nemu dokter dini di rs kendangsari merr yang mengerti tentang frenotomi sekaligus konselor laktasi. Waah seru yaa..

Akhirnya berangkatlah dagu pentol ke surabaya seperti biasa sama oma luluk tersayang dan cak imam the driver. Emaknya ini agak naik asam lambungnya jadi sepanjang hari kudu muntah terus mirip kayak hamil. Demi bayek, segala upaya dilakukan wes.

Sesampainya di surabaya, kami istirahat dulu sambil nunggu bapaknya kabur dari kantor. Trus ditinggal oma kulakan kain gelondongan bentar di slompretan.

Dokter dini tulisannya buka jam 9, tapi baru datang jam setengah dua belas atau bahkan setengah satu. Pagi jam 7 ambil nomor antrian dulu. Dapat antrian nomor 10. Datang ke lokasi Nanti aja pas baru praktuknya dimulai.

Perjalanan ke rs kendangsari merr makan waktu sekitar setengah jam sampai dua pertiga jam, sampai sana sudah nomor 9. Pas brati. Tukang parkirnya namanya zakaria. Sama dengan dagu pentol ya.


Masuk rs bentar langsung dipanggil antrian nomor 10.

Masuk ruangan langsung disapa dokter dini dengan ramah. Orangnya modis banget dengan jilbab turban dan heels rendah dengan ujung lancip.

Dengan ramah dokter dini pun langsung memeriksa dagu pentol setelah mendengar keluh kesah kami.

Dagu pentol bingung-bingung gimana gitu waktu diperiksa. Mana areke ngguyu-ngguyu juga pas dikudang dokter dini, seperti biasa.

Ternyata liptie, tongue tie aman. Tapi  Dokter dini iseng aja meriksa penisnya. pas diperiksa ternyata dagu pentol phimosis sodara-sodaraaa...

Fimosis afalah keadaan dimana lubang penis terlalu kecil. Ini murni karena pemberian dari Yang Mahakuasa, jadi bukan karena bedak atau apa-apa yang seperti abu dagu pentol bilang.

Fimosis akan mengakibatkan susah pipis bagi penderitanya, dan kalau parah bisa berujung infeksi, dan si anak bisa demam bahkan muntah-muntah karena gangguan pencernaan.

Untuk mengatasinya, dianjurkan untuk khitan.

Khitan.
Hah?!!
Khiiitaaannn????!?!?!?!?!?

Anakku yang nasih segede upil itu harus khitan????!!!?? Allahuakbar... kasiannya nak.. gak tega aku. Sebenernya trga aja sih, cuma gak ada pengalaman khitan gitu lho, secara ya gak punya sodara cowok sama sekali... ampun dah guah..

Dokter dini menyarankan khitandi RS. PHC, dimana RS ini memiliki layanan unggulan dalam khitan.

Selain itu aman semuanya.

Cuma emaknya ini masih shock.

Makanya dia sering nangus tiba-tiba gak berhenti. Mungkin itu penyebabnya. Trus keinget deh kalo abu dagu pentol dulu juga khitan pas bayi. Heh???!?!??! Genetis nih.

Trus dalam kekagetanku akan datangnya momentum khitan yang terlalu cepat ini, dokter dini menawarkan vaksin untuk si bayek. Bulan ini memang jadwalnya vaksin pcv dan rotavirus. Bahkan hari jumat besok maunya ke dokter retno.

Trus kutanya berapa. Total 1.100.000. Sedangkan di jombang yital 1.300.000. Wah lumayan nih hemat 200 ribu dong. Hehhehe.... langsung iyes aja gueh tanpa ba bi bu.

Seperti biasa momen suntik bikin ibuknya ini nangis. Dagu pentol nangis di tempat, keiris-iris rasanya hatiku.

Trus dilanjut tetes vaksin rotavirus. Warnanya putih, kayak cairan gula tapi bening yang kental gitu.Pas dikasih dagu pentol agak stres. Katanya sih gak enak. Berhubung emaknya ini sudah gak sabar pengen nyayang anaknya yang nangis ya.... akhirnya digendong dulu wes.

Setelah selesai semua kami berterimakasih pada dokter dini dan berpamitan. Bayar admin dan segera minggat dari lokasi untuk melanjutkan perjalanan kulakan kresek. Hehehhe....

Tapu berkecamuk di kepalaku.
Si abu dagu pentol nih harus nyari info ya ke phc. Sama nanya sahabatku tentang anaknya yang juga sunat saat bayi.


Kamis, 19 Januari 2017

Konsultasi Laktasi Ulang di RSAB Muslimat Jombang

0 komentar
Jadi, dari konsultasi laktasi dengan bu rintis yang kemarin itu sudah membuahkan hasil. Tapi cuma sebentar.

Putih-putih di puting payudaraku muncul tenggelam. Jadi sehari ada sehari hilang. Berhubung rasa sakit cuma hilang sehari, dan muncul lagi lebih sakit, hamba pergilah upang ke klinik laktasi RSAB Muslimat Jombang untuk langsung konsultasi ke dr. Retno sebagai dokter spesialis anak dan konselor laktasi yang lebih pakar.

Berhubung emak guwehhh masih dalam kontaminasi adik dan ponakan yang kena cacar air, guwehhh yang lagi ngungsi ke rumah nenek di Mojokerto ini mengajak serta adik ibu alias bibi pemilik butik LIB Collection sebagai pengganti ibu.

Sampai disana, dokter retno menangani saya bersama dua asistennya. Dagu pentol ditimbang beratnya sudah 6,7kg. Alhamdulillah...

Diamatilah payudaraku yang sakit itu oleh dokter retno yang hari itu mrnggantikan dokter Effendy Reksodihardjo yang sedang absen karena sepuh dan sakit keras. Dan diamati pula bagaimana pelekatan saat menyusui.

Menurut dokter retno, pelekatanku sudah benar tinggal diperbaiki sedikit lagi tentang hadap si bayi. Lalu tentang payudara, dokter retno berpendapat bahwa payudaraku sudah bersih dan membaik. Kalaupun terasa sakit, itu adalah bagian dari tahapan penyembuhan. Obat kandistatin nistatin dilanjutkan, dan ditunggu hasilnya sambil menjaga kebersihan.

Memang karena konsumsi antibiotik akibat si emak dagu pentol radanv tenggorokan, memicu mubculnya jamur yang kebetulan menginfeksi puting payudara. Daya tahan menurun akhirnya jadi deh...

Dari pengamatan keduanya, didapat bahwa si bayi yang notabene adalah dagu pentol sangat proaktif dalam proses menyusui. Jadi permasalahannya lebih ringan.

Dokter Retno bilang, kalau masih banyak masalah ibu menyusui yang dialami orang lain. Dan permasalahan saya ini, kategori ringan, sehingga tidak perlu dicemaskan.
Batinku, iya bener buk. Tapi sakitnya itu lhooii... Hadoooo
Dan dokter retno seakan tau apa yanga ada di jepalaku dan bilang : ini belum.masuk taraf tumbuh gigi lho...

Haduh.

Konsultasi laktasi hari itu lebih banyak berisi semangat psikologis saja. Tidak teoritis dan praktis seperti dengan bu rintis. Mungkin ini disebabkan hanya sebagai lanjutan dari konsultasi sebelumnya dan permasalahan yang sudah tertangani.

Bahkan dua asisten dokter retno yang senior pun ikut menyemangati. Dalam sesi itu pun saya sempat menangis karena merindukan emak yang sedang merawat dua manusia yang aedang cacar di rumah, hingga akhirnya guwehhhh terpaksa ngungsi ke rumah nenek. Dan dokter retno plus asistennya pun menghiburku. Konsultasi psikologis nih jadinya.
Fyuuuh...

Okelah, kita lihat hasilnya dalam beberapa hari ke depan ya.

Btw dagu pentol pas ditimbang beratnya 6,7 kg. Naiknya dikit. Maafkan ibuk yang stres ya nak... Harus disyukuri. Harus disyukuri. Harus disyukuri.

Mas bojo, belikan kandistatin lagi, soaonya yang ada sudah habis, dan pasca hilang putih-putihnya masih harus pakai selama tiga hari untuk hasil tuntas optimal........

Berhubung berangkatnya gupuh kabeh tadi, hape ketinggalan jadi gak ada dokumentasinya. Adanya kandistatin aja yey...

Rabu, 11 Januari 2017

Ke Klinik Laktasi di RSAB Muslimat Jombang

1 komentar
Nah, dari informasi asisten dr.retno yang terlibat dalam upaya suntik emak si dagu pentop ini semalem, akhirnya kutemukanlah klinik laktasi di Jombang. Secara ya jombang dapat oenghargaan kabupaten asi kok gak ada klinik laktasi itu gak oke banget rasanyah...

Karena  konsultasi laktasi di lombok 22 belum.membuahkan hasil, dan saya baru nemu kalau di jombang ada klinik laktasi yang disediakan rsab muslimat, maka langsung cus deh berangkat.

Namanya usaha ya, segala cara dilakukan yang penting halal. Bisa jadi obat itu datang dari arah yang tak diduga-duga.

Bukan berarti klinik laktasi lombok 22 gak membuahkan hasil, tapi namanya sembuh dari penyakit memang harus ada upaya lebih.

Di muslimat jombang ini klinik laktasi dikelola oleh tujuh orang dalam satu tim yang bersinergi dengan para dokter. Meski kota kecil, tapi ada upaya ke arah melek asi ini sudah sangat bagus. Jangan bandingkan dengan kota besar ya, tapi sudah sukur deh ada beginian di kota yang hanya sekelas jombang.


Kali ini dalam konsultasi di klinik laktasi rsab muslimat jombang ini saya dipertemukan dengan bidan bu rintis. Bu rintis ini masih sangat muda dan cantik sekali, saya gak brani nanya umurnya soalnya cantikan orangnya daripada saya, jadi biasanya makin down kalau tau umurnya. Hyhahahah... Serius.

Kami bertemu di ruang yang sama dengan praktik dr.retno semalam. Disitu saya ibu dan dagu pentol turut serta. Saya ungkapkan keluh kesah saya selama kesulitan menyusui dengan payudara kanan ini selama dua bulan lebih.

Meski berat si dagu pentol sudah nambah tapi gak lepas dari perihnya payudara emaknya ini.

Setelah lamaaaaa dikonsultasikan dan dilihat-lihat payudara saya, dinyatakan oleh ibu bidan rintis ini bahwa payudara saya berjamur. Terlihat dari adanya sariawan payudara yang saya derita dan pecah-pecah di bagiian areola yang dekat dengan puting. Selain itu juga rasa terbakar setelah menyusui pada puting, dan sakit tak tertahankan selama menyusui.

Jadi resiko mulut bayi tertular jamur sariawan payudara ibu makin besar dan dari mulut bayi hisa menularkan ke payudara satunya yang masih sehat.
Nantinya kalau bayi sudah tertular, maka mulutnya pun akan putih-putih dan sakit, malas menyusu dan bahkan bisa mogok mimik. Sama lah dengan kita yang nalas makan kalau lagi sariawan.

Penggunaan payudara yang sakit mungkin harus dikurangi, namun harus tetsp dipompa supaya produksinya tidak berkurang.


Saya pun diberi resep obat untuk sariawan payudaranya berupa obat yang namanya kandidastin nistatin. Ini obat khusus buat jamur payudara.

Obatnya manis seperti rasa pisang yang dioleskan ke puting dan areola ibu. Kalau misalnya termakan bayi tidak masalah karena aman. Unyuk.mencegah bayinya tertular, bayi pun diberi obat ini dengan dioleskan ke lidahnya dengan dosis 0,3 pipet, tiga kali sehari siap action.



Yang menarik perhatian saya adalah ibu rintis ini punya peralatan yang sama dengan bu novi di klinik laktasi lombok 22. Rupanya ada sekolah laktasi yang diampu oleh sentra laktasi Indonesia, sehingga setiap yang ikut sekolahnya itu mendapat peralatan untuk penjelasan apapun mengenai laktasi yang bisa digunakan saat konsultasi dengan para ibu yang bermasalah seperti saya ini.



Selesai berkonsultasi laktasi harapan tinggi ada di benak saya. Tiga-empat hari dilihat perkembangannya, nanti kontrol lagi kalau masih bermasalah. Semoga tidak bermasalah lagi, semoga sudah membaik. Aamiin aamiin ya robbal alamin..

Rabu, 28 Desember 2016

Akhirnya Beli Malish Aria di Star Toys Rent Surabaya

0 komentar
Jadi menurut saran suster novi sebagai konsultan laktasi, saya dianjurkan untuk memompa payudara supaya mengurangi kencengnya.

Nah berhubung dari dulu mupeng beli pompa elektrik dual pump, inilah kesempatan sayaaa. Hyahahahahhaha........ Meskipun sebenarnya saya juga gak kepingin kena semi mastitis ini. Sakiiiit....

Akhirnya si mas bojo terpaksa deh beliin, hehehhe... Soalnya kalau pakai yang di rumah, manual single pump, ya kithing tanganku.

Pilihan sayahhhh jayuh ke malish aria yg warnanya pink ituuu.... Meski anakku laki-laki, dan saya juga bukan pecinta pink, tapi seneng aja gitu pompanya lucu.

Dari berbagai review yang guwehhh baca di internet, pompa ini nyaman sekali dipakai untuk mobilitas tinggi, karena bentukny kecil sekali kayak hape. Lalu suaranya lembut, gak berisik, mirip sama getar hape.

Meski guwehhh adalah fulltime new mom dan pengangguran tingkat tinggi, tapi tetep pengenlah yang bisa dibawa kemana-mana. Praktis dan gak ribet jaya. Tapi alasan utama ya karena warnanya pink seh. Huhuhu...

Sebenarnya sudah browsing dari dulu, untuk  nyari toko penyedia malish aria ini di surabaya. Biasalah impian kosong, tapi terwujud juga ternyata.... heheheh.... meski dengan cara pahit.... Ada toko namanya star toys rent di instagram yang menjual dan juga menyewakan pompa.

Nah harganya sih Rp.1.530.000 setara cincin emasku atau beli tv led yang paling kecil dan bisa hdmi. Sebenarnya ada yang lebih murah, Rp.1.300.000, tapi lisensi malaysia, jadi kalau ada apa-apa gak tanggung jawab itu yang jual soalnya gak diterima service center Indonesia. Nah toko star toys rent ini rupanya toko yang mendapat pengakuan resmi dari malish indonesia untuk area surabaya, alias distributor resmi gitu loh...

Berhubung butuh cepat karena udah kesakitan karena puting mlethek, saya segera mengontaknya. Bilangnya sih surabaya ongkir gratis dan diantar ke rumah.

Tanpa ba-bi-bu, langsung deh kukontak itu orangnya. Agak telat sih ngontaknya jam 7 malem gitu. Eh tapi orangnya bersedia loh kirim ke rumah.

Sementara mertua yang hebring mampir ke rumah nengok cucu, guweh menunggu star toys rent kirim malish aria impian. Xixiixi....

Tak lama, Datanglah bapak-bapak tionghoa bertubuh tambun dengan kaos putih dengan membawa kresek puyih berisi malish aria dual pump impian. Horeeee...

Setelah melakukan pembayaran di tempat, dan serah terima kartu garansi, saya pun dijelaskan cara pemakaiannya maupun kelemahan malish aria ini.

Waduh baru tau ya ternyata malish aria ada kelemahannya segala... *Nangis* kirain tanpa kelemahan, soalnya bagus sih.... Pink lagi.

Pertama, selangnya itu jangan sampai dicuci, atau pokoknya jangan kena air. Pun kalau terpaksa dicuci, pastikan airnya sudah kering bila akan memakainya. Kenapa, karena kalau ada airnya, nanti airnya kesedot masuk ke mesin. Trus mesinnya rusak. Hore.
Kedua, mungkin harus hati-hati saat melepas selang, karena karetnya bisa lepas juga. Karetnya sih ada dua, kalau lepas satu masih bisa. Nah kalau sudah lepas semua, akhirnya gak bisa dipakek. Hore.

Meskipun star toys rent juga jual sparepartnya semua, tapi ya kalau bisa jangan sampai rusaklah. Tapi kalau kelemahannya itu, insyaallah amanlah kalau pemakaiannya hati-hati.

Sebagai info, Malish aria ini akan berhenti sendiri setelah 30 menit pemakaian. Kenapa gitu, soalnya ada merek lain, lupa namanya, gak berhenti sendiri. Akhirnya pas mompa, si ibu menyusuinya ketiduran. Akhirnya kebakar itu mesinnya. Hiiii...

Pemakaian awal, malish aria ini sedikit melakukan pemanasan, setelah semenit-dua menit, baru melakukan penyedotan yang sesungguhnya. Penyedotannya bisa diatur sampai level 9. Kalau saya sih level 4 sama lima udah cukup ya. Soalnya sakit. Hix....

Trus kalau habis pakai, jangan ditinggal dhag. Setidaknya bilas atau direndam, ini disebabkan walau bagaimanapun, asi adalah darah. Jadi bersihkan dululah.

Malish aria ini bisa digunakan lewat listrik dengan colokan ponsel, dan powerbank. Nah sayangnya colokan yang disediakan ini pakai cucuk tiga, jadi harus dikonversi ke cucuk dua. Biasanya bapak star toys rent inj akan memberi bonus konversi colokannya, tapi lupa gak mbawak..... Yah... Beliau pun minta maaf sebesar-besarnya.

Trus dapat cooler bag juga. Bilangnya cooler bagnya lagi habis, jadi sayahh dikasih display. Gak papa wes pak, asal fungsinya normal semua.

Wah seru ya malish aria ini. Sementara ini saya senang sekali atas performanya. Dan penampilannya. Xixixi... Sampai bikin princess dija hebring dan iri. Kok gak milih yang ijo, gitu katanya. Dianya iri kok aku milih yang pink. Heheheheh,....

Selasa, 27 Desember 2016

Ke Klinik Laktasi RSIA Lombok 22 Flores

0 komentar
Si dagu pentol ini sudah hampir dua bulan. Tapi emaknya ini masih kesulitan dalam menyusui. Meski beratnya sudah naik signifikan, namun perjuangan emaknya tidak kudah karena selalu kesakitan tiap menyusui...

Karena sudah gak tahan lagi menerima kenyataan, emaknya ini pergi ke klinik laktasi yang disediakan rsia lombok 22 flores. 

Janji dibuat ubtuk konsultasi dan dijadwalkan selasa pukul 11. Berhubung belum konfirmasi lagi akhirnya diselat pasien lain jam 12nya. Karena susternya shikat dulu akhirny diundur jam 1. Gak papa wes.

Akhirnya pas masuk rs lombok 22, konsultasi laktasi dilakukan di poli bekas ruangan gigi. Awalnya mau diletakkan di ugd, berhubung polinya sudah kosong jadi bisa diberdayakan deh.

Ruangannya lucu dengan sprei dan bantal warna pink. Meski bukan warna favorit gueh, dan anak gueeeeehhhh bukan perempuan, tapi tetep seneng ya. Unyuuuu gitu.

Konsultasi laktasi ini ditangani oleh sustwr novi yang saya ingat sempat jaga saat saya melahirkan dan membantu saya pipis pasca melahirkan. Hiiii jadi ingat momen-momen itu.

Suster novi sangat sabar dan memberikan penjelasan begitu lengkap, termasuk membawa peralatan tempurny yang begitu keren, termasuk replika payudara, bonrka bayi, maupun buku-buku laktasi.

Disarankan payudara ku yang kebanyakan produksi ini untuk diponpa sesering mungkin karena overload. Overload ini mengakibatkan payudara menegang, mengencang dan membengkak. Untuk menguranginya harus dipompa dan dikonpres air hangat dambil dipijit-pijit ke arah puting.








Katanya harus sabar memang sakit dan meleuph. Kalau melepuh fan lecet disarankan dioleskan asi ke payudara.

Masih banyak penjelasannya sih, tapi ntar lagi deh nulisnya. Iseng-iseng nimbang fi bagian administrasi, si dagu pentol ini beratnya 6,05kg. Wooo hebaaat.. Alhamdulillah...

Pokoknya aku mau pompa elektrik malish aria yang pink itu. Belikan ya mas bojo...

Sabtu, 12 Maret 2016

MITOS DAN FAKTA TENTANG ASI DAN MENYUSUI

0 komentar


1.      MITOS: Busui tidak boleh makan cabai/sambal karena nanti anaknya diare
FAKTA: tidak semua bayi sensitif terhadap capsaicin, zat yang terdapat dalam cabai. Silakan makan pedas dalam jumlah yang wajar dan amati reaksi bayi. Silakan baca dokumen tentang makanan dan minuman ibu menyusui.

2.      MITOS : Busui tidak boleh makan cabai/sambal karena biji cabe akan keluar lewat feses bayi
FAKTA : bentuk feses bayi ASI memang teksturnya terkadang seperti biji cabai ini bukan karena ibu makan pedas/sambal/cabai. Silakan baca dokumen tentang BAB bayi.

3.      MITOS:  Tiap mau menyusui harus minum yang hangat-hangat agar ASI juga hangat.
FAKTA: suhu ASI selalu mengikuti suhu tubuh ibu. ASI dalam payudara umumnya bersuhu 37-38 derajat Celcius terlepas apapun yang ibu konsumsi.

4.      MITOS : Busui tidak boleh minum dingin/es agar bayi tidak pilek
FAKTA : pilek bisa terjadi karena paparan virus dari lingkungan, bukan karena apa yang dikonsumsi oleh ibunya.

5. MITOS: ASI pagi hari itu basi jadi harus diperah dulu dan dibuang baru boleh menyusui bayi.
FAKTA: ASI kapanpun selalu dalam kondisi yang baik dan siap disajikan untuk bayi.

6.      MITOS: Kalau sudah berhubungan suami istri, kualitas ASI tidak akan baik bagi bayi.
FAKTA: ibu bisa tetap berhubungan badan dengan suami. Berhubungan badan bisa meningkatkan hormone oksitosin dan memperlancar ASI.

7.      MITOS: Ibu yang putingnya belah tidak boleh menyusui karena jika menyusui maka bayinya akan meninggal dunia
FAKTA: Puting belah sebagaimana bentuk puting yang lain tetap dapat menyusui karena bayi tidak menyusu pada puting tetapi menyusu pada payudara dengan mengikutsertakan areola. Sejauh ini belum ada laporan ilmiah tentang adanya bayi yang meninggal setelah menyusu pada ibu yang putingnya terbelah.

8.      MITOS: menyusui membuat payudara ibu menjadi kendur atau berubah bentuk
FAKTA: kehamilan serta usia yang merubah bentuk payudara, bukan menyusui

9.      MITOS: Seorang wanita yang telah melakukan operasi pembesaran payudara tidak dapat menyusui.
FAKTA: Banyak ibu yang melakukan operasi pembesaran payudara dan tetap menyusui. Tidak ada bukti nyata bahwa menyusui dengan payudara dengan silikon dapat membahayakan bayi. Operasi pembesaran payudara biasanya dilakukan lewat areola. Walau begitu, ibu yang pernah menjalankan operasi ini biasanya memiliki produksi ASI yang cenderung sedikit, sama dengan ibu yang menjalankan operasi apapun yang melalui areola.

10.  MITOS:  Payudara sebelah kanan adalah nasi, payudara kiri adalah lauknya. Jadi menyusu harus di kedua payudara agar lengkap makanan bagi si bayi.
FAKTA: Isi payudara kanan dan kiri sama saja kok, foremilk dan hindmilk . Biarkan bayi menyusu pada satu payudara hingga “habis”, bila masih kurang baru tawarkan payudara satunya agar dia mendapatkan foremilk dan hindmilk yang seimbang. Cek juga dokumen grup tentang foremilk dan hindmilk.

11.  MITOS:  Payudara sebelah kanan adalah makan, payudara kiri adalah minumnya. Jadi menyusu harus di kedua payudara agar lengkap makanan bagi si bayi.
FAKTA : Isi payudara kanan dan kiri sama saja kok, foremilk dan hindmilk . Biarkan bayi menyusu pada satu payudara hingga “habis”, bila masih kurang baru tawarkan payudara satunya agar dia mendapatkan foremilk dan hindmilk yang seimbang. Cek juga dokumen grup tentang foremilk dan hindmilk.

12.  MITOS: Ibu dengan ukuran payudara yang kecil tidak bisa memproduksi ASI yang cukup untuk bayinya.
FAKTA: Ukuran payudara tidak ada hubungannya dengan produksi. Apapun ukuran payudara ibu, ASI akan selalu cukup untuk bayi jika ibunya rajin menyusui/memerah dan selalu berpikir positif.  Besar/kecilnya payudara pada dasarnya tergantung dari jaringan lemak di dalam payudara.

13.  MITOS:  Kalau ibu keluar rumah ASI harus dibuang dulu sebelum menyusui lagi. Jika tidak nanti bayinya masuk angin.
FAKTA: ASI dalam payudara selalu dalam kondisi baik dan siap disajikan untuk bayi.

14.  MITOS: Payudara harus digoyang-goyangkan dulu sebelum menyusui agar ASI tercampur dengan baik
FAKTA: ASI selalu terdiri dari foremilk dan hindmilk, keduanya keluar bergantian. Jika waktu menyusui cukup dan si kecil menghabiskan satu payudara hingga tertidur atau kenyang maka dia akan mendapatkan keduanya. Silakan cek dokumen tentang foremilk dan hindmilk.

15.  MITOS: Ibu menyusui harus banyak makan agar ASI-nya banyak.
FAKTA: kuantitas ASI tidak ditentukan oleh berapa banyak makan ibu, tetapi oleh demand/kebutuhan bayi. Ibu harus menyusui sesuai dengan kehendak bayi dan harus selalu berpikiran positif bahwa ASI-nya cukup untuk bayinya. Selama ibu menyusui, dia harus makan makanan dengan gizi berimbang agar nutrisi dalam tubuh ibu tidak tekor karena digunakan untuk produksi ASI. Silakan baca dokumen tentang makanan dan minuman ibu menyusui

16.  MITOS: ASI jangan sampai kena alat kelamin bayi karena bisa mengakibatkan mandul.
FAKTA: ASI tidak akan menyebabkan kemandulan. Jikapun sampai terkena alat kelamin, cukup bersihkan dengan air.

17.  MITOS: Ibu yang sudah mendapatkan haid tidak boleh lagi menyusui karena ASI-nya menjadi amis dan tidak lagi segar.
FAKTA: ibu yang sudah haid tetap menghasilkan ASI yang berkualitas untuk bayinya. Namun penurunan produksi ASI pada ibu yang sedang haid sering terjadi terkait hormonal. Penurunan ini hanya sementara dan akan kembali normal selepas masa haid.

18.  MITOS: ASI yang encer berarti kualitasnya tidak baik.
FAKTA: ASI memang terdiri dari dua bagian, yang encer disebut foremilk (ASI awal) yang kaya protein dan laktosa. ASI yang lebih kental disebut hindmilk (ASI akhir) yang kaya lemak. Keduanya penting untuk bayi. Silakan cek dokumen grup tentang foremilk dan hindmilk.

19.  MITOS: Ibu menyusui harus minum jamu agar ASI menjadi kental
FAKTA: ASI selalu terdiri dari dua bagian, yang encer dan kaya protein disebut foremilk, sementara yang kental dan kaya lemak disebut hindmilk, terlepas apapun yang dikonsumsi ibu. Silakan cek dokumen tentang foremilk dan hindmilk.

20.  MITOS: jika bayi demam ibu menyusui harus makan kelapa hijau untuk menurunkan demam pada bayi.
FAKTA: jika bayi demam segara ukur suhu tubuhnya dengan termometer. Paracetamol boleh diberikan jika suhunya di atas 38 derajat. Demam pada bayi bisa diringankan dengan kompres air hangat, skin to skin, perbanyak asupan ASI, dan berikan pakaian yang tipis.

21.  MITOS: ASIP jika disimpan lama akan berubah menjadi darah.
FAKTA: ASIP ya tetap ASI, tidak akan menjadi darah. Lakukan manajemen ASIP yang benar agar ASIP layak konsumsi. Silakan cek dokumen tentang manajemen ASIP.

22.  MITOS: ASI yang pertama keluar setelah bayi lahir itu adalah ASI basi karena warnanya kuning, jadi harus dibuang.
FAKTA: ASI yang keluar segera setelah bayi dilahirkan adalah kolostrum yang manfaatnya sangat besar bagi bayi. Silakan aca dokumen tentang Laktogenesis.

23.  MITOS  : Jika ASI belum atau tidak lancar di hari-hari pertama setelah melahirkan dapat digantikan dengan susu formula.
FAKTA : Belum keluarnya ASI pada hari pertama kelahiran adalah sesuatu yang normal. Hari-hari pertama ditandai dengan keluarnya kolostrum dengan jumlah yang kecil tetapi sangat penting untuk antibodi bayi. ASI matang baru keluar 2-3 hari sejak melahirkan. Bayi sendiri secara alami akan tahan selama 2-3 hari sejak lahir tanpa ASI. Sayangnya, banyak ibu menjadi keburu pesimis karena ASI yang tidak langsung keluar itu. Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang belum siap. Silakan baca dokumen tentang Laktogenesis.

24.  MITOS: Bayi ASI selalu tampak tidak kenyang dan sulit tidur, sehingga perlu diberi susu formula
FAKTA: Karena ASI begitu mudah dicerna, bayi yang umumnya minum ASI lebih mudah lapar dibanding bayi yang minum susu formula. Sehingga pada minggu-minggu awal setelah kelahirannya bayi akan menyusu setiap 2-3 jam sekali atau bahkan kurang dari itu. Penelitian menujukan bahwa bayi yang diberikan susu formula tidak tidur lebih baik meskipun bayi mungkin tidur lebih lama. Hal ini disebabkan susu formula tidak dapat dicerna dengan cepat, sehingga membuat jarak antara waktu menyusu menjadi lebih panjang sehingga bayi tidur lebih lama.

25.  MITOS: ASI bisa kena mata bayi bisa buta.
FAKTA: tidak masalah ASI kena mata bayi, cukup bersihkan dengan kapas yang dicelup air hangat. Tetapi sebaiknya tidak menggunakan ASI sebagai obat tetes mata karena belum teruji secara medis,. Syarat obat tetes mata itu ada dua, harus steril dan pH-nya cocok dengan pH mata. Kalau pH-nya tidak cocok justru bisa merusak kornea mata. Sejauh ini, belum ada bukti ilmiah bahwa ASI bisa menjadi obat tetes mata. Kalau bayi belekan, disarankan untuk dilap dengan kapas yang dicelupkan ke air hangat dan lakukan pemijatan lembut di sekitar area mata. Lakukan observasi selama 1-2 x 24 jam, apabila kondisinya masih sama atau memburuk, harus segera dibawa ke dokter mata.

26.  MITOS: Semakin sering ASI diperah makan ASI bisa semakin cepat kering.
FAKTA: semakin sering diperah dan disusukan maka produksi ASI akan semakin banyak. Hal ini berkaitan dengan sistem produksi ASI yang menganut prinsip supply on demand (sesuai permintaan). Semakin sering payudara dikosongkan, maka ASI akan lebih cepat diproduksi.

27.  MITOS: Sekali menghentikan menyusui, maka seorang ibu tidak dapat menyusui lagi.
FAKTA: Jika bayi mendapat susu formula, ibu dapat menyusui kembali setelah terhenti sementara, dengan memberikan teknik relaktasi serta mendapat dukungan dan bantuan yang tepat.

28.  MITOS: Stres menyebabkan ASI kering.
FAKTA: Walaupun stres berat atau baby blues yang parah dapat menyebabkan terhentinya ASI, akan tetapi keadaan ini biasanya hanya sementara, sebagaimana reaksi fisiologis lainnya. Bukti menunjukkan bahwa menyusui dapat menghasilkan hormon yang dapat meredakan ketegangan, memberikan ketenangan kepada ibu dan bayi dan menimbulkan ikatan yang erat antara ibu dan anak.

29.  MITOS: Payudara yang “lembek” adalah payudara yang tidak ada ASInya.
FAKTA: Payudara “lembek” adalah tanda pengeluaran ASI (baik menyusui dan memerah) lancar. Payudara yang keras justru menandakan pengeluaran ASI tidak lancar, apabila hal ini dibiarkan justru akan mengganggu produksi ASI bahkan bisa menyebabkan radang payudara (mastitis)

30.  MITOS: Menyusui adalah perjuangan seorang ibu, makanya adalah normal jika proses menyusu menimbulkan rasa sakit.
FAKTA: Walaupun bukan sesuatu hal yang aneh jika pada hari-hari pertama menyusui seorang ibu akan merasa sedikit kurang nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama beberapa hari saja, dan tidak boleh menjadi sedemikian parahnya sehingga seorang ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Rasa sakit yang amat sangat pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3-4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Perbaiki pelekatan menyusui jika payudara lecet. Jika payudara lecet terus terjadi meski pelekatan sudah diperbaiki, segera bawa bayi ke dokter anak yang paham tentang tongue tie untuk melihat jika ada kemungkinan si bayi terkena tongue tie.  Silakan baca dokumen tentang posisi dan pelekatan serta dokumen tentang tongue tie.

31.  MITOS: Bayi ASIX membutuhkan tambahan cairan air putih ketika cuaca sedang panas. FAKTA: Komponen air di dalam ASI mencapai lebih dari 80% yang dibutuhkan oleh bayi di bawah usia 6 bulan sehingga dia tidak membutuhkan cairan lain bahkan dalam kondisi cuaca yang panas sekalipun. Ginjal bayi di bawah usia 6 bulan belum sempurna, sehingga memberi banyak air akan membuat tubuh bayi mengeluarkan natrium akibat kelebihan cairan. Ginjal bayi tidak mampu mengeluarkan air dengan cepat, sehingga menyebabkan timbunan air dalam tubuh. Air putih memang sehat, dan dibutuhkan tubuh, tetapi ginjal bayi di bawah 6 bulan belum matang untuk menerima cairan selain ASI.

32.  MITOS: Seorang ibu harus mencuci putingnya setiap kali sebelum mulai menyusui.
FAKTA: Pemberian susu formula kepada seorang bayi memang harus sangat memperhatikan faktor-faktor kebersihan, karena susu formula merupakan tempat yang baik untuk berkembang biak-nya bakteri dan juga rentan terhadap kontaminasi. Membersihkan/mencuci puting malah akan menghilangkan minyak-minyak alami yang melindungi puting dari resiko lecet karena puting kering. Yang penting sebelum menyusui seorang ibu harus mencuci tangannya dengan sabun untuk mengurangi kemungkinan sakit pada bayinya.

33.  MITOS: Menyusui hingga anak berusia di atas dua tahun membuat anak menjadi manja dan tidak mandiri
FAKTA: Menyusui setelah anak berusia dua tahun atau lebih justru meningkatkan kedekatan anak dengan ibu dan dapat membuat anak menjadi pribadi yang mandiri karena merasa kebutuhannya fisik dan psikologisnya terpenuhi dengan baik. Manja dan tidak mandiri berkaitan erat dengan pola asuh yang diterapkan orangtua masing-masing.

34.  MITOS: susu formula hampir sama kandungannya dengan ASI.
FAKTA: Susu formula sama sekali berbeda dengan ASI, susu formula berusaha menyamakan diri dengan ASI walau dibuat berdasarkan pengetahuan yang sempit dan tidak menyeluruh tentang apa kandungan ASI sebenarnya. Susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh, sel-sel hidup, enzim-enzim, dan tidak mengandung hormon. Dibandingkan ASI, susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, timbal dan zat besi. Kandungan protein dan lemak yang terdapat dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. Kandungan susu formula tidak berubah dari periode awal menyusui hingga akhir, dari hari pertama ke hari ke-7 hingga hari ke-30, dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu bayi ke bayi lainnya. ASI Anda dibuat khusus hanya untuk bayi Anda. Susu formula dibuat dan disamaratakan untuk semua bayi. Susu formula hanya mampu membuat bayi menjadi gemuk, tetapi bayi tidak mendapatkan kandungan nutrisi dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan, yang semuanya terdapat dalam ASI.

35.  MITOS: Ibu yang putingnya berdarah tidak boleh menyusui.
FAKTA: Meskipun darah membuat bayi gumoh lebih banyak, dan darah bahkan mungkin muncul dalam buang air besar nya, ini bukan alasan untuk berhenti menyusui bayi. Puting susu yang sakit dan berdarah tidak lebih buruk dari puting susu yang sakit dan tidak berdarah. Jika puting luka dan sakit sekali, boleh diistirahatkan selama 1-2 hari dari proses menyusui langsung dan selama itu ASI diperah dengan tangan sesering mungkin dan ASIP diberikan dengan media selain dot. Jika luka membaik, silakan menyusui kembali. Jangan lupa oleskan ASI pada puting untuk mempercepat sembuhnya luka atau lecet. Perbaiki juga pelekatan menyusui agar puting tidak mudah lecet.

36.  MITOS: Wanita dengan puting datar atau terbenam tidak bisa menyusui.
FAKTA: Bayi tidak menyusui pada puting susu, mereka menyusu pada payudara. Meskipun mungkin lebih mudah bagi bayi untuk melekat pada payudara dengan puting menonjol, puting tidak harus tetap keluar. Sebuah awal yang tepat biasanya akan mencegah masalah menyusui dan ibu dengan berbagai bentuk puting bisa menyusui dengan baik. Nipple shield atau penyambung puting tidak dianjurkan karena walau kelihatannya bisa menyelesaikan masalah, penggunaannya dapat mengakibatkan proses menyusui yang buruk karena pelekatan yang tidak tepat. Jika pelekatan tidak tepat, maka ASI yang diperoleh bayi juga tidak akan optimal. Posisi menyusui tertentu juga bisa membantu ibu yang putingnya datar untuk menyusui dengan benar.  Semakin sering disusui, maka puting yang terbenam umumny akan mulai muncul ke permukaan.  Silakan cek dokumen masalah payudara pada ibu menyusui.

37.  MITOS: bayi yang sudah berusia di atas 3 bulan dan sudah terbiasa menyusu langsung pada ibunya tidak akan terkena bingung puting.
FAKTA: peluang terjadinya bingung puting bisa dialami oleh semua bayi pada berbagai usia dan bisa terjadi setiap saat secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda terlebih dahulu. Silakan cek dokumen tentang bingung puting.

38.  MITOS: breastpump atau pompa ASI dapat membuat jaringan pada payudara rusak.
FAKTA: breastpump atau pompa ASI, baik elektrik dan manual, selama digunakan dengan benar, tidak membuat payudara sakit dan ibu tetap nyaman tidak membahayakan. Cara memerah ASI itu tergantung preferensi/pilihan atau kenyamanan. Kalau memerah dengan breastpump lebih nyaman silakan menggunakan. Kalau dengan tangan lebih nyaman silakan dengan tangan. Karena kalau tidak nyaman, maka hasil perahannya tidak optimal. AIMI menyarankan setiap ibu utk tetap tahu bagaimana cara memerah dengan tangan utk mengantisipasi kondisi-kondisi dimana ibu tidak bisa menggunakan breastpump, misal: puting sedang luka, breastpump sedang rusak, tidak bisa mendapatkan akses air bersih dan matang utk mencuci breastpump, dsb. Memerah dengan breastpump juga boleh, selama ibunya nyaman dan memahami betul penggunaan breastpump dengan baik dan benar (bagaimana cara menggunakan dan membersihkannya). Apapun cara memerah yang digunakan, pastikan cara itu nyaman bagi ibu karena kenyamanan memerah juga membantu memperlancar keluarnya ASI. Tentang memerah dengan tangan, silakan baca dokumen tentang memerah ASI dengan tangan.

39.  MITOS : Bayi yang menangis terus pada jam-jam tertentu ASI ibu terkena sawan/ bayi terkena sawan
FAKTA : bayi menangis pada jam-jam tertentu bisa jadi karena kolik yang sebabnya tidak diketahui dan umum terjadi pada bayi dan akan hilang dengan sendirinya

40.  MITOS : Ibu menyusui harus minum jamu untuk membuat ASI kental dan tidak amis
FAKTA : kekentalan ASI tidak ada hubungannya dengan jamu dan terkadang bayi justru sensitif terhadap jamu yang dikonsumsi ibu sehingga pada akhirnya bayi justru menolak menyusu atau bayi mengalami sensitifitas pemcernaan seperti diare atau muntah.

41.  MITOS : ibu hamil tidak boleh menyusui karena ASInya sudah tidak bagus atau bahkan beracun
FAKTA : ibu hamil tetap bisa menyusui dengan memperhatikan beberapa hal seperti: kondisi janin, riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya, serta kemunculan kontraksi selama kehamilan. Silakan baca dokumen tentang menyusui saat hamil (nursing while pregnant) dan tandem nursing.

42.  MITOS: Ibu menyusui tidak boleh tidur siang karena darah putih bisa naik ke kepala
FAKTA: Ibu menyusui harus cukup tidur/istirahat. Biasanya dianjurkan si ibu ikut tidur ketika bayinya tidur, terutama pada ibu yang baru melahirkan dan bayinya masih sering terbangun saat malam hari

43.  MITOS: ASI yang tidak dikeluarkan akan menjadi kanker
FAKTA: Tidak benar. Kalau ASI yang tidak dikeluarkan akan menjadi kanker, maka semua ibu menyusui yang kemudian menyapih akan kena kanker. Ketika pengeluaran ASI tidak maksimal dan banyak ASI yang tertinggal atau tidak dikeluarkan oleh bayi atau tidak diperah, maka hormon akan merangsang payudara untuk menghambat produksi ASI selanjutnya. Sehingga produksi ASI dalam payudara berkurang dan jika hal ini berlagsung berulang-ulang, maka ASI akan berhenti dihasilkan. Mekanisme ini sangat membantu untuk beberapa sebab, misalnya bayinya meninggal atau ketika ibu akan menyapih bayi menyusu.

44.  MITOS: Ibu jangan sampai ketiduran saat menyusui karena dapat menyebabkan bayinya cacingan
FAKTA: hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI memang akan membuat ibu mengantuk. Silakan tidur jika mengantuk. Yang penting jika mulai mengantuk pastikan posisi bayi aman dan nyaman. Posisi menyusui tidur miring berguna untuk membantu ibu tetap rileks dan dapat beristirahat juga selama menyusui.

45.  MITOS: Ibu menyusui yang jarang makan sayur membuat bayinya sembelit
FAKTA: bayi ASIX tidak akan sembelit karena ASI mengandung zat pencahar/ laksatif. Kalau ibunya makan makanan berserat seperti sayur dan buah, yang akan lancar buang air besar ya ibunya. Bagaimanapun ibu menyusui harus makan makanan yang bernutrisi untuk menjaga kondisi tubuhnya dan menjaga asupan micronutrients (vitamin dan mineral) dalam ASI.

46.  MITOS: Kalau bayi menangis berarti ASI-nya kurang
FAKTA: bayi menangis belum tentu lapar, bisa jadi karena bosan, kepanasan atau kedinginan, atau tidak nyaman karena lembab. Orang tua harus mempelajari ciri-ciri lapar pada bayi, antara lain: bayi mulai lapar ketika dia mulai suka menggeleng-gelengkan kepalanya, mulai gelisah, dan mulai membuka buka mulutnya seakan mencari puting. Jika bayi sudah menangis, sebetulnya itu adalah senjata terakhirnya memberi tahu bawah dia sudah sangat lapar.

47.  MITOS: Sedikitnya produksi ASI dikarenakan faktor genetik
FAKTA: Faktor genetik tidak mempengaruhi produksi ASI, ASI diproduksi semakin banyak jika ibu semakin sering menyusui atau memerah

48.  MITOS: ASI yang keluar dari ibu yang sudah berusia di atas 40 tahun sudah tidak lagi baik
FAKTA: ASI yang diproduski semua wanita di berbagai usia kualitasnya sama baiknya

49.  MITOS: Ada beberapa bayi yang alergi ASI
FAKTA: tidak ada yang disebut sebagai alergi ASI. Yang ada adalah bayi yang alergi makanan yang dikonsumsi ibunya pada masa menyusui, sehingga muncul reaksi alergi pada bayi. Penanganannya adalah si ibu mencari sumber alergi dan menjauhinya

50.  MITOS: Jika si kakak tidak bingung puting, maka adiknya juga tidak akan bingung puting
FAKTA: bingung puting tidak terkait dengan genetik, sehingga bisa terjadi pada setiap bayi. Bisa terjadi kapan saja dan secara tiba-tiba. Jadi lebih baik menghindari dot atau empeng daripada harus menanggung resikonya

51.  MITOS: Bayi ASI tidak bisa gemuk. Jika ingin bayinya gemuk, berikanlah susu formula.
FAKTA: Baik bayi ASI maupun bayi sufor bisa gemuk. Tetapi bayi ASI tidak rentan obesitas sebagaimana bayi yang mengkonsumsi susu formula karena kandungan laktosa pada ASI dihasilkan pas sesuai kebutuhan bayi. Lagipula gemuk atau kurus bukan satu-satunya ukuran kesehatan bayi. Pastikan berat badan bayi selalu diplot di KMS atau growth chart setiap kali penimbangan untuk mengetahui perkembangan bayi.

52. MITOS: menyusui      bayi harus dijadwalkan agar bayi lebih disiplin, tidak kelaparan dan tidak      kekenyangan
FAKTA: menyusui bayi pada prinsipnya adalah on demand atau sesuai kehendak bayi. Tubuh bayi yang sehat memiliki mekanisme untuk menginformasikan kapan dia merasa haus atau lapar. Pada waktu-waktu tertentu seperti saat bayi mengalami growth spurt atau percepatan pertumbuhan, bayi akan menyusu lebih sering dari biasanya.

53.  MITOS: Ibu baru melahirkan tidak boleh tidur siang
FAKTA: bayi baru lahir belum mengenal waktu siang  dan malam, jika malam hari sering begadang,membuat ibu lelah. Sementara pada siang hari bayi tidur, dianjurkan ibu ikut beristirahat juga agar ibu bisa tetap sehat.

54.  MITOS: Jika menyusui sambil duduk, kakinya tidak boleh menggantung karena bisa masuk angin
FAKTA: bukan menyebabkan masuk angin tapi karena tidak rileks membuat ibu tidak nyaman dan proses menyusui menjadi tidak berjalan dengan baik

55.  MITOS: Ibu menyusui tidak boleh makan berbau amis seperti ikan,daging,telor
FAKTA: ibu menyusui boleh mengkonsumsi sumber-sumber protein seperti ikan, daging, dan telur selama si bayi tidak menunjukkan ciri-ciri alergi.

56.  MITOS: Ibu menyusui harus makan daun katuk agar ASI-nya deras
FAKTA: Produksi ASI ditentukan oleh seringnya ibu menyusui atau memerah, ditambah dengan pikiran positif ibu bahwa ASI-nya cukup. Tidak ada yang salah dengan mengkonsumsi daun katuk, karena konsumsi sayuran baik untuk ibu menyusui. Tetapi pada dasarnya ibu bisa makan apapun yang dia sukai. Kalau ibu menikmati apa yang dia makan, ASI-nya akan deras karena hati ibu merasa senang. Jadi, apapun makanan favorit ibu bisa jadi booster ASI yang baik.

57.  MITOS: Kalau bayi sakit, maka ibu yang minum obatnya karena obatnya bisa mengalir lewat ASI
FAKTA: Kalau ibu yang sakit yang diobati si ibu, kalau bayi yang sakit yang diobati bayinya. Obat yang ibu minum akan diproses oleh organ pencernaan ibu dan diserap oleh tubuh ibu. Akhirnya yang sampai ke ASI sangat sangat sedikit dan bisa jadi tidak ada sama sekali. Meskipun demikian ada beberapa kategori obat yang tidak boleh diminum oleh busui karena bisa berpengaruh di ASI atau berbahaya bagi bayi. Lagipula jenis obat dan dosis obat untuk dewasa dan bayi itu berbeda Misalnya, obat batuk untuk anak dengan obat batuk untuk dewasa jelas berbeda. Kalaupun ada saat dimana bayi harus minum obat yang diberikan oleh dokter, perlu diketahui bahwa dosis obat yang diberikan pada bayi sangat rendah dibandingkan dengan dosis obat orang dewasa. Biasanya obat untuk bayi diberikan dengan perhitungan miligram per berat badan bayi. Bisa dibayangkan bila obat tersebut yang minum ibunya, meskipun ada beberapa jenis obat yang bisa saja terserap dalam ASI namun tentu saja sudah tidak bisa dijadikan sebagai cara pengobatan yang sesuai ketentuan. Maka tak heran bila bayi yang sakit tidak sembuh-sembuh akibat ibu yang mengkonsumsi obat tersebut.

58.  MITOS: IMD tidak bisa dilakukan setelah proses kelahiran melalui operasi Caesar
FAKTA: baik melahirkan secara normal ataupun operasi tetap bisa dilakukan IMD selama ibu dan bayi berada dalam kondisi yang stabil. Jangan lupa selalu konsultasikan dengan dokter tentang keinginan Anda untuk IMD apapun metode melahirkan yang akan dijalani.

59.  MITOS: Ibu yang mengkonsumsi obat-obatan tidak boleh menyusui FAKTA: Tidak semua obat-obatan menghalangi ibu untuk menyusui. Konsumsi beberapa jenis obat dalam waktu tertentu masih diperbolehkan pada ibu menyusui. Namun sebaiknya penggunaan obat – obatan tertentu selama menyusui dilakukan dibawah pengawasan dokter untuk menjamin keamanannya. Saat Anda berobat sakit, jangan lupa sampaikan kepada dokter jika kondisi Anda sedang menyusui. Silakan baca juga dokumen tentang obat-obatan yang aman bagi ibu menyusui.

60.  MITOS: Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring, karena dapat mengakibatkan bayinya tersedak. FAKTA : Pertama, menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring, yang terpenting adalah ibu harus memperhatikan pelekatan menyusui. Apapun posisi menyusuinya, yang penting pelekatan harus tepat. Untuk posisi menyusui tidur miring, posisi pelekatan yg tepat berarti perut ibu harus menempel pada perut bayi, badan bayi seluruhnya menghadap ke badan Ibu (saling berhadapan). Dengan pelekatan yang benar, itu akan mencegah hidung bayi tertutup payudara ibu, mencegah bayi tersedak, dan sebagainya. Kuncinya, apapun posisinya, pelekatan harus selalu pas. Kedua, kalau masih terlalu lelah, terutama setelah baru melahirkan, usahakan saat menyusui selalu dengan pendampingan keluarga atau perawat. Ketiga, jangan lupa pastikan posisi bayi aman dan nyaman. Jangan lupa tubuh bayi disangga dengan bantal agar lebih stabil pelekatannya. Keempat,  perhatikan jika air susu mengalir deras, sedangkan bayi mengantuk , sehingga mudah tersedak. Sebaiknya ibu tetap waspada dan bersiap-siap mengatur posisi bayi miring/kepala bayi lebih tinggi dari badannya.

Sumber: diambil dari file dokumen grup AIMI
 

Progestera Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template